Di Mana Stasiun Antariksa China Bakal Menghantam Bumi?

Di Mana Stasiun Antariksa China Bakal Menghantam Bumi?

Di Mana Stasiun Antariksa China Bakal Menghantam Bumi?

Di Mana Stasiun Antariksa China Bakal Menghantam Bumi?

Jakarta – Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyampaikan pesawat ruangan angkasa China Tiangong-1 juga akan memasuki atmosfer bumi serta dapat jatuh di lokasi Indonesia. Lantas, di mana objeknya juga akan mendarat?

Untuk sekarang ini, menurut Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, LAPAN sendiri belum juga lihat dengan detil di mana persisnya tempat Tiangong-1 juga akan jatuh. Ini tidak bisa di pastikan karna aspek penolakan atmosfer tidak bisa dihandalkan dengan akurat.

” Karna kemiringan (orbit pesawat) Tiangong-1 yaitu 42, 8 derajat, jadi daerah itu terbuka untuk lokasi di bumi pada 43 derajat lintang utara hingga 43 derajat lintang selatan, ” kata Thomas.

Baca Juga: Beda Pendapat Rossi dan Marquez soal Regulasi Ban pada MotoGP 2018

Setelah itu, Thomas menyebutkan kecepatan jatuh benda langit bergantung pada kerapatan atmosfer. Disamping itu, kepadatan atmosfer yaitu kesibukan Matahari serta medan magnet bumi. Macam kesibukan Matahari yang mengakibatkan rentang ketidakpastian waktu jatuhnya cukup besar.

” Tingkat akurasi juga akan bertambah dari sekian waktu tutup langit bln. April, dengan keteguhan +/- 7 hari, ” tuturnya.

Tiangong-1, yang disebut stasiun luar angkasa punya Negeri Gorden Bambu, di luncurkan pertama kalinya pada tanggal 29 September 2011 dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan, China. Sepanjang beroperasi, Tiangong-1 berperan dalam riset antariksa untuk China.

Kendaraan berbobot 8, 5 ton dengan diameter tabung 10, 4 mtr. 3, 4 mtr., diperlengkapi panel surya yang sempat dihuni oleh astronot China. Waktu itu, Tiangong-1 mengorbit pada ketinggian 350 km. dari permukaan bumi.

Tetapi, pemegang saham Tiangong-1 China rusak serta tidak bisa dihandalkan mulai sejak 16 Maret 2016. Stasiun luar angkasa juga akan alami fase masuk kembali atau masuk kembali pada atmosfer bumi. Serta diprediksikan sekitaran bln. April 2018, Tiangong-1 juga akan menabrak bumi.

Thomas menyebutkan kalau karna kendala atmosfer, Tiangong-1 juga akan alami penurunan ketinggian. Dari aslinya pada ketinggian 350 km., pada pertengahan Maret tingginya telah menjangkau 250 km..

” Lebih dekat ke Bumi, 120 km 120 km, yang 120 km atmosfernya cukup padat untuk penuh serta kehancuran.. Cuma dalam hitungan menit, pecahannya juga akan jatuh semuanya jalan,