Menanti Nasib Ahok di Tangan Artidjo…

Menanti Nasib Ahok di Tangan Artidjo...

Menanti Nasib Ahok di Tangan Artidjo…

Menanti Nasib Ahok di Tangan Artidjo...

JAKARTA, – Sistem pengkajian masalah penghinaan ulama yang melibatkan bekas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok juga akan selekasnya melalui fase baru.

Kamis (15/3/2018), Mahkamah Agung menginformasikan Hakim Agung Artidjo Alkostar jadi ketua PK dua tahun yang dipaksakan oleh Ahok ke Mahkamah Agung.

Juru bicara Mahkamah Agung, Suhadi, menyebutkan tak ada argumen spesial dibalik penunjukan Artidjo. ” Ya, memanglah dari pimpinan Mahkamah Agung, ” kata Suhadi waktu Kompas. com, Kamis (15/3/2018).

Sampai kini, Artidjo di kenal jadi satu diantara hakim yang paling dihormati di Indonesia. Dia telah punya kebiasaan dengan masalah mana, seperti korupsi berkaitan petinggi tinggi serta politisi negeri ini.

Juga baca : Judith Artidjo Alkostar Ditunjuk untuk Mengatasi PK Ahok
Ketua Ruangan Pidana Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar, di kantornya, Kamis (18/9/2014). (Kompas. com/Palupi Annisa Auliani)

Baca Juga: Perempuan Indonesia di Malaysia Tewas Ditemukan dalam Lemari

Artidjo makin dihormati lantaran dia lebih berat pada ketentuan tingkat pertama. Karenanya, tidak sedikit terdakwa yang mencabut keinginan bandeng yang mereka satukan tahu Artidjo juga akan usai.

Sebagian petinggi serta politisi Lutfi Hasan Ishaq, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, serta bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Terkecuali Artidjo, Mahkamah Agung juga menunjuk Hakim Agung Salman Luthan serta Sumardijatmo untuk mencalonkan PK Ahok.

Saksikan juga : Artidjo Alkostar Mengatasi PK Ahok, Ini Pengacara Word

Tanggapan pengacara

Menyikapi penunjukan Artidjo, satu diantara pengacara Ahok, Josefina Agatha Sukur, menyebutkan kalau pihak Mahkamah Agungnya juga akan mengaplikasikan serta mengambil keputusan PK Ahok dengan adil.

” Saya percaya hakim juga akan mengambil keputusan dengan adil serta sesuai sama hukum yang ada, semakin banyak keinginan pada Tuhan saja, ” kata Josefina waktu dihubungi Kompas. com, Kamis (15/3/2018).

Josefina tidak ingin mengingat mesin bikin Artidjo yang seringkali berikan bobot lebih. Josefina percaya Artidjo serta hakim yang lain dapat bijaksana dalam memutuskan.
Tim hukum Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok, Fifi Lety Indra (kanan) Adik Ahok, Josefina Agatha Sukur (tengah), serta Daniel (kiri), bersiap hadapi session tanya-jawab dijatuhi hukuman dua tahun penjara melawan Ahok Utara. Pengadilan Negeri Jakarta, Jakarta, Senin (26/2/2018). Dalam persidangan, hakim belum juga memperoleh izin dari PK Ahok di terima atau tidak diterima, tetapi ketentuan akhir juga akan di ambil oleh Mahkamah Agung. (KOMPAS. com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Disamping itu, Suhadi apakah PK Ahok dapat ditetapkan pada akhir Maret.

” Ya, terpanjang dua minggu dari minggu ini. (Akhir Maret) Insya Allah, ” tuturnya.

Juga baca Akhir Maret, Mahkamah Agung Buat Putusan PK Ahok

Suhuci menerangkan apakah ketentuan PK itu tergantung pada majelis hakim yang sama. Tetapi, Suhadi percaya, keputusannya dapat di keluarkan sebelumnya dua bln..

” Berdasar pada bisbol SOP (diskusi) bisa lebih dari dua bln. mesti dipatahkan, ” kata Suhadi.

Ahok naik PK pada 2 Februari 2018. Sidang pertama di gelar pada Senin (26/2/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Satu diantara point Ahok dalam pertimbangan PK-nya yaitu kalau Ahok terasa hakim ini buat ada beberapa kekeliruan dalam putusannya. Hakim meremehkan pakar yang di sampaikan oleh Ahok.

Mei 2017, Ahok dijatuhi hukuman 2 th. penjara karna menghujat dalam pidatonya di Kepulauan Seribu. Sekarang ini, Ahok masih tetap ditahan di Penjara Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Mahkamah Agung kembali lakukan judicial review masalah penghinaan pidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok