Arahan Khusus Jokowi ke TNI-Polri Jelang Pilpres

Arahan Khusus Jokowi ke TNI-Polri Jelang Pilpres

Arahan Khusus Jokowi ke TNI-Polri Jelang Pilpres

Arahan Khusus Jokowi ke TNI-Polri Jelang Pilpres

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi arahan spesial pada TNI serta Polri di tahun politik. Jokowi Mengatakan TNI serta Polri untuk melindungi netralitas.

” (Presiden Jokowi) memberitahu kami mengenai tempat TNI serta Polisi, saya fikir cukup baik untuk kami kalau TNI serta Polisi juga akan mensupport netralitas yang mapan atau kebijakan pemerintah, ” kata Wakil Kepala Angkatan Udara Marsda Wieko Syofyan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Arahan itu di sampaikan Jokowi waktu resmikan 79 petinggi tinggi (pati) TNI serta Polri di Istana Kepresidenan. Menurut Wieko, sedikit pesan yang di sampaikan Jokowi terkecuali mengenai melindungi netralitas.

Baca Juga: 9 Hari Hilang, Pria Ini Tewas Gantung Diri di Hutan Lebak

Bukan sekedar kesempatan ini Jokowiukanukan TNI-Polri mengenai netralitas. Jokowi juga menyarankan TNI serta Polisi untuk melindungi netralitas pertolongan dalam pertemuan beberapa pemimpin TNI-Polri (rapim) di tahun 2018 Mabes TNI.

” Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sesudah pengarahan Presiden Jokowi di Mabes TNI, Jalan Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa 23/1).

Karenanya, Hadi menyebutkan kalau Jokowi inginkan pemilu jalan lancar serta baik.

” Jadi mudah-mudahan dia jalan dengan baik serta lancar, tak ada problem bermakna, ” kata Hadi.

Hadi juga mengutamakan netralitas TNI dalam pemilu. Dia juga akan meyakinkan kalau TNI yaitu instansi negara yg tidak berafiliasi dengan kebutuhan grup politik manapun.

” Kebijakan TNI mengenai kekayaan pemilu selalu dipandu oleh kebijakan pemerintah, yang menguatkan serta keseimbangan politik serta politik, ” kata Hadi di satu pesta reli di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/3). .

Kepala Kepolisian Nasional Jenderal Tito Karnavian juga keluarkan badan netralnya dalam Penentuan Pemilihan 2018. Tito juga keluarkan surat Telegram Rahasia (TR) tentang netralitas Polisi ini.

” Saya keluarkan TR untuk melindungi netralitas. Pada siapa juga, siapa juga yang dikloning, kami mempunyai hakim internal, kode etik. Orang bisa lihat masa ini bukanlah saat yang lama, ini yaitu ‘waktu sekarang’. Saat cukup untuk IT cukup ” Tito dalam program ‘Mata Najwa’ yang disiarkan Trans7 pada hari Rabu (10/1)).