PDIP Klaim Berhasil Buktikan sebagai Partai Kader di Pilkada

PDIP Klaim Berhasil Buktikan sebagai Partai Kader di Pilkada

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun  – Sejak Kongres IV di Bali yang memutuskan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah partai kader, maka keberadaan Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat (Badiklatpus) menjadi sentral bagi tugas partai yaitu menyediakan para pemimpin bagi Indonesia.

Sekretaris Badiklatpus PDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan, sejak berdiri organisasi kelengkapan partai ini bertanggungjawab untuk menyiapkan kader yang akan menempati struktural partai maupun kepemimpinan di level eksekutif dan legislatif, selain juga kaderisasi khusus perempuan.

Menurut Eva, hasil Pilkada serentak 2018 yang telah dilaksanakan kemarin patut disyukuri. Sebab, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu banyak berhasil menempatkan kadernya dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Di posisi gubernur sebanyak 4 orang dan wakil gubernur sebanyak 3 orang. Ini capaian tertinggi di antara partai-partai lainnya,” kata Eva dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/6/2018).

Yang lebih membanggakan, kata Eva, PDIP juga memenangkan 60 persen pilkada tingkat kabupaten/kota dengan menempatkan kader-kadernya sebagai 33 kepala daerah dan 38 wakil kepala daerah baru. Fakta ini merupakan capaian yang cukup membanggakan dan melampaui prestasi parpol-parpol lain.

Menurutnya, semua para kepala daerah baru tersebut disiapkan secara serius melalui sekolah partai yang di dalamnya ada pembekalan ideologi dan teknis tata kelola pemerintahan. “Beberapa bukti dari hasil pendidikan tersebut, misalnya tidak satu pun calon PDI Perjuangan mengusung isu SARA tetapi fokus pada gagasan-gagasan pembaharuan demi segera mewujudkan keadilan sosial,” ujar dia.

Baca Juga : Halte Busway Semanggi Terbakar, Lalu Lintas Tersendat

Eva menuturkan, meski PDIP kerap diserang isu hoax dan sektarianisme, namun partai ini tak larut dalam permainan isu tersebut. Sebaliknya, partainya secara sadar menolak pragmatisme dengan menggunakan segala cara untuk menang. PDIP sadar bahwa tugas utama partai adalah mentransformasi masyarakat sesuai ideologi negara, sehingga bukan saja menyiapakan pemimpin yang berwawasan kebangsaan namun, konsisten berkampanye dan kelak saat memimpin daerahnya dengan perspektif inklusif dan multikultural sesuai Pancasila.

Menurut Eva, tantangan pilkada telah dijawab, dengan makin banyaknya para kepala daerah PDI Perjuangan maka akan memudahkan memenangkan Jokowi sebagai presiden 2019-2024, termasuk demi menyukseskan program-program Presiden yang disiapkan PDI Perjuangan secara komprehensif dan berkesinambungan untuk pusat dan daerah.

Satu catatan khusus yang istimewa adalah prestasi para kader di Sulsel. Bukan saja berhasil mendudukkan kader sebagai Gubernur tetapi semua cabup dan cawabup yang diusung PDI Perjuangan memenangkan pertarungan meski di kabupaten yang PDI Perjuangan tidak mempunyai kursi. “Ini cukup istimewa karena Sulsel yang selama ini didominasi Partai Golkar sudah mulai bisa dibagi dengan PDI Perjuangan,” ungkapnya.

Dilanjutkan Eva, PDI Perjuangan masih akan bekerja keras menyiapkan para pemimpin di legislatif di tahun 2019 bersamaan dengan pilpres. Sejak 2015 Badiklapus telah  bekerja bersama 34 badiklat daerah dan 450 lebih badiklat cabang menyiapkan para caleg, yang akan dituntaskan dengan pelatihan untuk anggota legislatif yang lolos.

Bersamaan dengan itu, PDI Perjuangan juga sedang mempersiapkan kaderisasi nasional ketiga untuk para kader perempuan. Hal ini untuk mewujudkan tekad PDI Perjuangan untuk meningkatkan partisipasi perempuan di dewan legislatif di berbagai tingkat.

“Ketum pernah mengingatkan, bahwa para kader adalah etalase partai. Melalui para kader di eksekutif, legislatif dan struktur partai yang berwawasan kebangsaan, progresif, berintegritas dan berkapasitas memadai yang akan bermanfaat bagi rakyat. Tugas PDI Perjuangan serius menyiapkan para pemimpin tersebut untuk dipilih rakyat yang cerdas dan berkualitas juga,” tandasnya.