Kenangan Buruk Choky Sitohang saat Perlombaan 17 Agustus

Kenangan Buruk Choky Sitohang saat Perlombaan 17 Agustus

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Choky Sitohang mempunyai suatu pengalaman jelek yang tidak terlupakan dari pesta perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Momen itu berlangsung waktu dianya ikuti perlombaan tarik tambang di dekat tempat tinggalnya.

Choky kecil rupanya lebih suka pada perlombaan yang memerlukan ketangkasan seperti tarik tambang. Diluar itu, pembawa acara tampan itu juga mempunyai cenderung untuk pilih lomba yang sifatnya merupakan kolektif atau memerlukan kerja sama team.

“Yang sangat saya senang merupakan tarik tambang karena disana saya tidak sendirian, saya tidak senang jika sendirian. Saya suka karena kerja sama, karena ada suatu kerja sama yang dibuat, kerja team, kekompakkan, kemampuan, yang saya sadari saat saya di waktu saat ini menjadi profil publik, kehidupan saya diwarnai oleh pertolongan rekan-rekan teman dekat.

Meneruskan narasi tidak sedapnya mengenai perlombaan 17 Agustusan, waktu itu Choky ikuti lomba tarik tambang bersama dengan teman-temannya. Salah pemain dari team lawan merupakan seseorang penjual es cream di daerahnya, hal yang baru ia sadari sesudah laga selesai.

Baca Juga : KTM Red Bull Sebut Motor Balapnya untuk MotoGP 2019 Telah Siap

Ketika itu, keadaan cuaca tengah panas serta Choky juga akan memutus untuk beli es cream yang di rasa dapat beri kesegaran tubuhnya. Sesudah menyodorkan uang pada sang penjual, Choky tersadar jika si penjual belumlah bersihkan diri sesudah laga tarik tambang.

“Terus dia dengan keadaan badannya kotor, tangannya kotor, dia betul-betul tidak ngelap, dia mengambil conenya, dia garuk itu es cream, di taruh, dia kasih demikian saja. Di conenya ada cap jari-jari hitam begitu, saya langsung seperti, ‘Oh my God, ini betul-betul pengalaman yang jelek.’ Saya lagi pengin banget es, lagi haus, selalu bertemu orang semacam itu. Saya makan es barusan itu dengan sangat-sangat tidak nikmati. Itu narasi yang saya ingat,” lanjutnya sekalian menceritakan.

Cerita itu akan tetap dikenang oleh Choky Sitohang selama hidupnya. Bagaimana juga memori jelek mengenai si tukang es cream yang kotor akan tetap terulang lagi saat perayaan hari kemerdekaan datang serta menegur penduduk Indonesia.