Soal Kampanye di Sekolah, Semua Harus Mentaati Aturan KPU

Soal Kampanye di Sekolah, Semua Harus Mentaati Aturan KPU

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Dalam berkampanye ketentuan tehnis yang dibikin Komisi Penentuan Umum (KPU) mesti jadi dasar. Ketentuan KPU ini harus ditaati baik semua pihak. Baik itu oleh capres, cawapres ataupun team sukses semasing pasangan calon.

Perihal ini dikatakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk menyikapi masalah bisa tidaknya berkampanye di pesantren, sekolah atau di universitas perguruan tinggi. Dia sendiri menjadi pribadi memiliki pendapat, jika untuk sosialisasi mengenai pandangan yang berkaitan dengan penentuan umum, tidak jadi masalah mengutarakan itu di lingkungan dunia pendidikan.

Faktanya sebab banyak santri, siswa sekolah serta mahasiswa yang telah miliki hak pilih. Mereka mesti dikasih pandangan yang utuh terpenting untuk menggerakkan partisipasinya di penentuan kelak.

“Tidak ada permasalahan. Sekolah-sekolah, ponpes kan miliki hak pilih saya duga sosialisasi pemilu tidak ada permasalahan,” kata Tjahjo, Rabu (10/10/2018).

Baca Juga : Rawan Kecelakaan, Separator Busway Tetap Jadi Andalan Transjakarta

Bila lalu KPU contohnya melarang calon presiden serta calon wakil presiden berkampanye di lingkungan pendidikan seperti pesantren, sekolah serta perguruan tinggi, hal tersebut mesti dihormati. Bagaimana juga, KPU ialah instansi yang dikasih mandat oleh UU mengadakan penentuan.

Termasuk juga mengendalikan tehnis tingkatan kampanye yang dituangkan dalam ketentuan KPU. “Pemerintah juga tidak dapat intervensi. Semua mesti patuh, mesti tunduk seperti yang ditata oleh KPU,” katanya.

Berkaitan deklarasi kepala daerah yang mensupport calon presiden spesifik, Tjahjo menyampaikan, hal tersebut tidak ada permasalahan akan tetapi mesti masih patuh ketentuan. Contohnya, tidak menyertakan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebab mereka mesti netral. “Itu yang perlu dijaga. Jika kepala daerah deklarasi (mensupport calon presiden) boleh- bisa saja. Tetapi janganlah ajak ASN,” tuturnya.