Reaksi Kubu Jokowi-Ma’ruf Soal Suramadu Dilaporkan ke Bawaslu

Reaksi Kubu Jokowi-Ma’ruf Soal Suramadu Dilaporkan ke Bawaslu

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Ketetapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggratiskan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dilaporkan atau dilaporkan ke Bawaslu oleh komponen penduduk yang menyebut diri Komunitas Advokat Rantau (Fara) Selasa tempo hari.

Pengaduan ini menui proses dari Wakil Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Arsul Sani. Arsul menjelaskan, menjadi advokat yang sudah berpraktik saat 30 tahun, dianya ketawa saja ikuti langkah berfikir advokat yang menginisiasi pengaduan itu.

“Jadi tak perlu disikapi spesial atas tingkah laku yang untuk saya cuma ingin mencari popular saja,” tutur Arsul waktu di konfirmasi, Rabu (31/10/2018).

Sekjen DPP PPP itu memandang, bila ikuti langkah berpikir beberapa advokat itu jadi, kebijaksanaan yang memberi efek faedah pada penduduk dapat dilaporkan ke Bawaslu.

Menurut Arsul, mengapa tidak sekalipun minta Bawaslu minta Presiden hentikan kebijaksanaan yang mempunyai efek ekonomisnya pada penduduk. Seirama dengan Arsul, Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding ikut memandang, pengaduan beberapa advokat itu laiknya anak-anak kecil yang tengah mencari panggung.

Baca Juga : Kriminolog Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Liquid Vape

Karding memperingatkan, Jokowi ialah seseorang Presiden yang sangat mungkin membuat kebijaksanaan sebab bila tidak digerakkan kebijaksanaan itu akan berhenti. Ketua DPP PKB itu menyebutkan maunya beberapa pelapor itu supaya saat enam bulan Jokowi tidak bisa keluarkan kebijaksanaan.

Sesaat kebijaksanaan itu berguna buat penduduk hingga tak perlu dipersepsikan menjadi kampanye. Dia minta semua pihak positif thinking saja dengan kebijaksanaan yang dikeluarkan Jokowi penuhi kebutuhan rakyat.

Demikian sebaliknya, bila Jokowi tidak bisa keluarkan kebijaksanaan di waktu Pemilihan presiden jadi, rakyat yang akan geram sebab kebijaksanaan pemerintah tetap dipersolkan.

“Itu yang rugi ialah diri pribadi. Jadi menurut saya banyak hal-hal lain yang dipersoalkan. Semestinya rekan-rekan yang memberikan laporan membaca pemahaman mengenai kampanye serta membaca kembali UUD, agar tidak menghabiskan waktu, daya,” lebih Karding dihubungi terpisah.