Skor Kacamata Lawan Portugal Bukti Lini Depan ItaliaTumpul

Skor Kacamata Lawan Portugal Bukti Lini Depan ItaliaTumpul

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Seandanya saja Italia tidak miskin produktivitas, mungkin mereka yang bisa menjadi juara Group 3 League A UEFA Nations League 2018.

Permasalahannya, ketakmampuan mereka mengonversi gol malah memberikan jalan pada Portugal ke set play-off final four.

Tampilan Italia di depan pendukungnya malah kurang gereget. Hasil 0-0 menantang Portugal di pertandingan terakhir Group 3 yang berjalan di Stadion San Siro, Minggu (18/11), mencatatkan rekor negatif buat Italia.

Kali pertamanya selama riwayat, mereka tidak berhasil mencetak kemenangan di enam pertandingan kandang berturut-turut. Awal mulanya, Italia bermain 1-1 menantang Masedonia (7/10/17), 0-0 kontra Swedia (14/11/17), dan 1-1 saat bertemu Belanda (5/6), Polandia (8/9), serta Ukraina (11/10).

Diluar itu, kurangnya produktivitas Italia ikut jadi sorotan. Terdaftar dari 16 pertandingan paling akhir, Italia cuma membukukan 11 gol. Lebih memprihatinkan, dalam tim melawan Portugal, pembuat gol paling banyak Italia selama ini malah pemain belakang Giorgio Chiellini (delapan gol dari 100 caps) Ciro Immobile ikuti dengan tujuh gol dalam 34 laga.

Disusul Leonardo Bonucci mempunyai (enam gol), Lorenzo Insigne (empat gol), Alessandro Florenzi (dua gol), dan Jorginho, Marco Verratti, serta Cristiano Biraghi (satu gol). Kurang suburnya posisi depan Italia disadari Immobile. Menurutnya, Gli Azzurri kebanyakan buang kesempatan.

Hal tersebut membuat usaha mereka bangun serangan jadi percuma. Immobile janji timnya akan berupaya melakukan perbaikan kapasitas. “Kami mesti terima masukan dengan pujian. Kami mainkan sepak bola positif. Saya cemas saat selalu membuat kesempatan, kami selalu semacam ini,” papar Immobile dikutip football-italia.

Pelatih Roberto Mancini menjelaskan, tengah mencari langkah supaya Italia bermain lebih efektif hingga beberapa kesempatan yang didapatkan dapat menghasilkan gol. Walau ia memandang, Gli Azzurri sudah tunjukkan perubahan mengarah positif, terpenting dari perebutan bola serta kokohnya posisi belakang.

Baca Juga : Workshop di RSUD Tarakan Dihadiri Dokter Spesialis Anestesi

Italia sukses mencatatkan clean sheet pada dua pertandingan paling akhir. Awal mulanya, mereka kebobolan dalam delapan pertandingan berturut-turut. Itu jadi catatan terburuk Italia semenjak 1958/ 1959. “Portugal belum pernah memperoleh bola. Sayangnya, kami tidak dapat merubah kepemilikan bola menghasilkan gol.

Tapi, ini ialah satu langkah maju buat Italia. Kami menunjukkan dapat mainkan sepak bola yang bagus serta itu dapat dibuktikan di lapangan. Saya fikir, kami berkembang cepat sekali,” katanya. Di lainnya pihak, score kacamata cukup sudah buat Portugal memuncaki klassemen akhir Group 3 dengan koleksi tujuh point. Mereka tidak tergoyahkan karena dua team yang lain ketinggalan, yaitu Italia (5 point) serta Polandia (1 point).

Meluncur ke set empat besar, team berjuluk A Selecao das Quinas itu diuntungkan sebab akan berjalan di negara mereka pada Juni 2019. UEFA memakai Estadio do Dragao (Porto) serta Estadio D. Alfonso Henriques (Guimaraes) menjadi tempat laga.

Walau suka misi membawa pulang satu point terealisasi, pelatih Fernando Santos memandang Portugal memperoleh perlawanan hebat dari Italia yang tampil mendesak. Menurut Santos, itu adalah pelajaran terpenting mendekati set empat besar Nations League. Sebelum itu, Portugal tersisa satu pertandingan kontra Polandia, Rabu pagi hari (21/11).

“Ini ialah laga susah. Lebih susah dari yang kami prediksikan awal mulanya. Kami berusaha keras mengawasi posisi pertahanan. Kami tidak terorganisasi dengan baik. Kami kesusahan bangun serangan. Italia mengatur laga serta selalu mendesak kami,” tuturnya.