Tampilkan Politik Gaduh, Dua Capres Bisa Ditinggalkan Pemilih Milenial

Tampilkan Politik Gaduh, Dua Capres Bisa Ditinggalkan Pemilih Milenial

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Proses kampanye pilpres (Pemilihan presiden) 2019 jadi sorotan. Bagaimana tidak, belumlah genap dua bulan kampanye berjalan, diksi-diksi sarkartis bersebaran dari dua tim peserta Pemilihan presiden.

Alih-alih mendidik rakyat dengan beradu program serta ide, peserta Pemilihan presiden malah mainkan politik berbalas pantun di ruang umum.

“Dari ke-2 calon tidak dapat tampilkan bahasa kampanye yang mendidik,” kata pengamat politik Indonesia Public Institute (IPI) Jerry Massie, Jumat (16/11/2018).

Jerry menyoroti komunikasi politik yang sama-sama serang oleh dua capres. Seperti pengakuan Prabowo yang meenyebut orang Sulawesi banyak makan, 99% orang Indonesia hidup pas-pasan, sampai perkiraan 2030 Indonesia bubar. Jerry ikut memandang lucu pengakuan Jokowi yang menyebutkan orang politik sontoloyo serta politik genderuwo.

Baca Juga : Cucu Wiranto Dikebumikan di Pemakaman Keluarga Delingan

“Dari langkah berfikir kita dapat lihat bagaimana grand strategy serta design mereka pimpin Indonesia,” kata Jerry.

Selanjutnya Jerry memandang, style komunikasi politik beberapa peserta Pemilihan presiden tidak bisa di terima grup milenial. Walau sebenarnya, ada seputar 43% pemilih milenial di Pemilihan presiden 2019 ini. Dengan style komunikasi politik seperti sekarang ini, Jerry yakini beberapa peserta Pemilihan presiden dapat dibiarkan pemilih milenial.

“Data KPU pemilih mileneal ada 43% atau seputar 80 juta dari 185 juta pemilih. Dibanding dengan emak-emak, buruh, mereka semakin banyak. Janganlah meremehkan pemakaian bahasa serta kosa kata dalam politik,” kata Jerry.