Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap

Dua Tahun Pembunuhan Mahasiswi Esa Unggul, Pelaku Belum Juga Terungkap

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Telah dua tahun berlalu, masalah pembunuhan Tri Ari Yani Puspa Ningrum (Arum) di kamar kosannya di lantai dua Jalan H.Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat belum tersingkap. Sampai kini, masalah ini tidak pun berkembang serta belumlah menjumpai titik jelas pelakunya.

Di lain sisi, tempat pembunuhan sudah beralih, Kamar Arum sebagai saksi bisu momen itu sudah beralih manfaat. Kamar tempat tewasnya Arum sekarang jadi dapur yang dipakai oleh penghuni kosan.

“Enam bulan sesudah pembunuhan. Kamarnya di rombak, saat ini jadi dapur,” kata Gopur (29) masyarakat seputar tempat pembunuhan Arum, Kamis (10/1/2019).

Awal mulanya, Tri Ari Yani Puspa Ningrum (Arum) diketemukan meninggal di kamar kosannya di lantai dua Jalan H. Asmat Ujung, Komplek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (9/1/2017) kemarin. Waktu diketemukan petugas, keadaan Arum sudah bermandi darah serta dipenuhi luka irisan. Handphone serta laptopnya juga hilang.

Gopur meneruskan, sejak peristiwa itu, keadaan kosan alami pergantian. Asep, yang disebut staf Kelurahan Kebon Jeruk, sekaligus juga pemilik kosan mengubah keseluruhan kosan, persisnya di enam bulan sesudah pembunuhan.

Dia lalu menempatkan pintu di lorong bawah yang ada empat pintu kamar. Sesaat pada lantai atas, ada banyak pergantian, diantaranya penambahan dapur di kamar arum yang lalu pun di buat jadi balkon.

Gopur meneruskan, pembunuhan Arum masih tetap tersisa rasa sedih serta trauma mendalam buat penghuni. Dua bulan selesai peristiwa, kosan mulai di tinggal penghuni. Keadaan itu membuat kosan yang penuh mulai sepi. “Nah baru sesudah enam bulan, si Clivert (orang nigeria) sampai kamar arum turut geser. Saat ini dia tinggal di Apartement,” kata Gopur.

Baca Juga : Samir Nasri Tak Sabar Hadapi Arsenal

Wanita Hitam Dekat Rumah Indekos

Banyak kabar berita yang tampil di alat online membuat narasi pembunuhan Arum jadi mengkonsumsi Publik. Kosan itu sudah sempat sepi senyap, tidak ada satupun orang ingin tinggal di lokasi itu. Bahkan juga kosan sudah sempat dilewatkan tidak terurus serta tidak satu ditempati.

Warna kuning yang menguasai kosan sudah sempat sirna, jendela kamar atas mulai lobang lobang. Lantai kosan mulai berdebu. Sekalinya ada sebagian orang yang ngekost, akan tetapi keberadaanya tidak lama, belumlah satu bulan mereka lalu geser.

“Ngga tahu dah mengapa. Tetapi rata rata 2-3 minggu, mereka langsung geser,” lebih Gopur. Hartono (37) masyarakat yang lain mengutarakan setiap saat dianya tengah memarkirkan kendaraan di muka kosan mendekati magrib diakhir tahun 2017. Mobil itu mobil box, waktu itu dianya masih tetap di kursi pengemudi. Hitungan nota hasil berbelanja lalu dikerjakan di mobil.

Waktu asyik mengkalkulasi, nada tangis wanita lalu terdengar disamping kiri mobil. Hartono turun serta sudah sempat lihat sesosok wanita kenakan pakaian serba hitam memiliki rambut sebahu dengan muka pucat di samping mobil. Tegur sapa lalu dikerjakan. “Kenapa mba,” bertanya Hartono waktu itu.

Tangisan rintih semakin mengeras, bertanya ke-2 lalu dikerjakan Hartono. Akan tetapi si wanita itu justru menunjuk kamar atas, tempat pembunuhan Arum tiada bicara. Sebab tidak ingin mencampuri masalah, Hartono lalu tinggalkan wanita itu serta ke arah ke gang Asmat yang berjarak satu rumah dari tempat pembunuhan.