PKS Janji Perjuangkan RUU Perlindungan Ulama

PKS Janji Perjuangkan RUU Perlindungan Ulama

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) janji memperjuangkan Perancangan Undang-undang (RUU) Perlindungan Ulama, Tokoh Agama serta Lambang Agama-agama pada periode 2029-2024 yang akan datang. Arah UU itu untuk mengawasi kehormatan, keluhuran serta kemuliaan martabat beberapa ulama, beberapa tokoh agama serta lambang agama-agama di Indonesia.

“Kami Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera janji akan akan memperjuangkan Perancangan Undang-undang Perlindungan Ulama, Tokoh Agama serta Lambang Agama-agama pada periode 2029-2024 yang akan datang,” tutur Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2018).

Ia meneruskan, yang disebut perlindungan ialah keterpihakan negara dalam mengawasi ulama, tokoh agama serta lambang agama-agama dari semua aksi yang meneror, baik fisik seperti penghadangan, pembubaran, persekusi, penghancuran serta pembakaran, ataupun non fisik seperti intimidasi, penodaan, penghinaan, pelecehan serta yang lain dan type aksi krimimalisasi hukum.

Sedang yang disebut ulama, katanya, ialah tokoh umat Islam, yang mendakwahkan ajaran agama Islam yang mempunyai kompetensi keilmuan agama Islam, berakhlak mulia serta jadi contoh umat Islam dalam pelajari tuntunan ajaran agama Islam.

Baca Juga : Konvoi Remaja Bawa Celurit dan Pedang Resahkan Warga Tangsel

“Ulama dalam perihal ini pun mempunyai panggilan lainnya seperti habib, kiai, ustaz/ah, teungku, tuan guru, ajengan serta panggilan yang lain yang mempunyai arti serta posisi yang sama,” katanya.

Perihal seirama pun diutarakan orang politik PKS Abdul Hakim. Abdul menjelaskan, DPP PKS sudah mempersiapkan kursus untuk 30 ribu kader PKS di semua propinsi serta kabupaten untuk wujudkan perihal itu.

“DPP sudah lakukan penyiapan beberapa calegnya di semua propinsi, kabupaten, kota hingga sampai saat ini sudah ikuti kursus untuk persiapan memenangkan pemilu. Seputar 30ribu yang telah dilatih,” katanya.

Ia pastikan PKS akan terus-terusan terjun ke tengah penduduk. Beberapa calon legislatif PKS juga diyakinkan akan membawa masukan rakyat. “Paling akhir workshop akan dikerjakan di Kalimantan Timur, 20 Januari. Itu penutupan workshop senasional,” tuturnya.

Tentang RUU itu, katanya, mesti diwujudkan. “Kita ketahui ada tingkah laku yang perlu selekasnya dikoreksi dari pelaku aparat penegak hukum, yang seringkali memperlakukan beberapa tokoh agama dengan tidak seharusnya. Semestinya mereka mendapatkan perlindungan sebab bertindak mendidik anak bangsa. Rekan-rekan di PKS terasa kejadian itu mesti diperjuangkan,” katanya.