Maklumat Kapolri Kikis Kecurigaan Polri Tak Netral di Pilpres

Maklumat Kapolri Kikis Kecurigaan Polri Tak Netral di Pilpres

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Lembaga Studi Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mengacungkan netralitas Kepolisian Nasional dalam Pemilihan Presiden 2019 dan pemilihan 2019. Surat Telegram dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian tentang netralitas anggota mengikis kecurigaan yang berkembang bahwa Polisi Nasional tidak netral dalam pemilihan presiden.

Direktur Lemkapi Edi Hasibuan mengatakan, perintah Kapolri jelas memberi gambaran kepada publik bahwa Polisi Nasional selalu profesional dalam tugas mereka untuk melayani, melindungi dan melindungi masyarakat. Termasuk dalam Pemilu Presiden, Polri selalu bersikap netral dan menolak memihak kandidat dan kandidat.

“Kami memuji sikap tegas Kapolri yang selalu netral dan profesional dalam tugasnya. Ini sesuai dengan program profesional (promotor) yang profesional dan tepercaya,” kata Edi di Jakarta, Minggu (24/3/2019) ).

Mantan anggota Kompolnas ini meminta semua tingkatan untuk mematuhi perintah Kepala Kepolisian sehingga Kepolisian Indonesia dapat dipercaya dan dicintai oleh masyarakat. “Kami sepenuhnya yakin bahwa Kepolisian Nasional berkomitmen untuk selalu menjaga netralitasnya dalam pemilihan presiden,” katanya.

Baca Juga : Nasdem Bogor: Pelaku Pencurian Ban Kempis Caleg Dapil Lubuklinggau

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengeluarkan surat telegram terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019. Dalam surat itu, semua anggota Kepolisian Nasional Indonesia dipastikan mempertahankan netralitas dan tidak mendukung salah satu pasangan presiden dan wakil presiden.

“Ya, ada telegram yang mengingatkan semua petugas kepolisian untuk menjaga netralitas dalam pemilihan presiden,” kata Karo Penmas, Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Nasional Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Menurut Dedi, Mabes Polri selalu memberikan arahan kepada anggota untuk terus menjaga netralitas di setiap tahap pemilu termasuk pelaksanaan kampanye terbuka yang diadakan pada 24 Maret hingga 13 April. “Demikian juga pada tahap lain.” Mari kita bersama dengan komponen lain untuk menciptakan pemilihan yang aman, damai dan sejuk, “katanya.