Peras Sekdes Rp700 Juta, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk

Peras Sekdes Rp700 Juta, Wartawan dan Polisi Gadungan Dibekuk

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Tiga pria aktor pemerasan pada sekretaris desa (Sekdes), di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, diamankan petugas kepolisian. Sesudah dicheck, nyatanya beberapa aktor adalah wartawan serta polisi gadungan.

Dalam jalankan laganya, ke-3 orang itu akui jadi anggota Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri, serta wartawan. Ketiganya ialah Rully Handari jadi Ipda Ibrohim, Fadly Ibnu Sina jadi AKP Ibnu Sianturi, serta Ibnu Ferry jadi wartawan media massa nasional di Jakarta.

Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menjelaskan, tindakan ke-3 aktor sangatlah menggelisahkan. Mereka lakukan pemerasan pada sekretaris desa (sekdes) sebesar Rp700 juta lebih.

“Awal peristiwanya waktu korban dikunjungi oleh terduga Rully serta Fadly di rumah tinggalnya, pada Minggu 10 Maret 2019 lalu,” kata Sabilul, di Polresta, Selasa (14/5/2019).

Waktu itu, ke-2 terduga menjelaskan akan lakukan penyelidikan masalah korupsi dana desa tahun 2017 serta 2018. Untuk menyakinkan korban, mereka bawa surat panggilan palsu atas nama korban.

“Jadi, surat panggilan itu didapatkan oleh beberapa terduga dengan mencari di internet. Lalu, mereka menyuntingnya dengan piranti computer,” sambung Sabilul .

Waktu lihat korban ketakutan, terduga Rully lalu minta uang tunai sebesar Rp5 juta pada korban. Tanpa ada banyak bertanya, korban langsung mentransfer uang yang disuruh oleh aktor ke nomer rekeningnya.

Rasakan laganya sukses menakuti korban, aktor kembali mengontak korban serta minta uang yang semakin besar sejumlah Rp40 juta, dengan fakta mencabut berkas.

“Fakta terduga supaya proses penyelidikan tidak diteruskan. Korban juga mengikuti keinginan terduga,” tuturnya.

Tidak berhenti disana, beberapa terduga yang rasakan korban telah terserang jeratan penipuan punya niat kuras habis harta punya korban dengan membali memerasnya.

“Sekian waktu lalu, beberapa terduga kembali minta uang pada korban sebesar Rp100 juta. Faktanya ialah supaya bisa keluarkan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan (SP3),” tuturnya.

Baca Juga : Hazard Diboyong ke Santiago Bernabeu Usai Final Liga Eropa

Kurang itu, aktor lalu mainkan skenario yang sudah dibuatnya. Kesempatan ini, Ibnu Ferry yang hadir. Diakuinya jadi wartawan media massa Kobarkan News.

Pada korban, Ibnu Ferry juga meneror akan memberi sangkaan masalah korupsi yang melilit korban. Takut aibnya dibongkar, korban minta damai serta tawarkan beberapa uang untuk tutup kabar berita.

“Korban juga selalu mengikuti tekad beberapa terduga mentransfer uang dengan setahap, sampai jumlahnya totalnya sampai Rp700 juta lebih,” sambung Sabilul .

Hasil dari memeras korban, terduga Rully memperoleh sisi Rp240,7 juta, terduga Fadly Rp270,3 juta, serta terduga Ibnu mendapatkan Rp88 juta.

Selain itu, Rully Handari akui, ia sangat terpaksa lakukan tindakan penipuan itu sebab keperluan ekonomi. Tetapi, tindakan ini telah dikerjakan kawanan aktor semenjak beberapa waktu paling akhir, di Tangerang Raya.

“Baru sekali pak. Sangat terpaksa, sebab tekanan ekonomi. Saya yang punyai inspirasi. Seragam polisi beli di pasar. Surat panggilan mencari di internet, ngeprint sendiri,” tuturnya menunduk.

Ke-3 aktor diamankan disejumlah tempat terpisah, dua di daerah Kecamatan Balaraja serta seseorang di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Ke-3 diringkus pada hari yang sama, yaitu pada Selasa 7 Mei 2019 kemarin.

Dari tangan aktor, dianankan tanda bukti 61 lembar bukti transfer, 4 buah kartu jati diri wartawan, serta 1 bendel berkas tangkapan monitor pembicaraan korban serta beberapa terduga lewat aplikasi WhatsApp.