Pemudik Masih Tinggi, Stasiun Rawa Buntu Tetap Siagakan Posko Petugas

Pemudik Masih Tinggi, Stasiun Rawa Buntu Tetap Siagakan Posko Petugas

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Sepanjang Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, jumlahnya penumpang yang pilih memakai Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), tertera alami penambahan dibandingkan Lebaran tahun kemarin.

Pada musim libur Lebaran tahun ini, sehari-harinya ada seputar 8 ribu-9 ribu penumpang yang naiki KRL Commuter Line dari Stasiun Rawa Buntu. Keadaan demikian berjalan semenjak tanggal 26 Mei sampai 10 Juni 2019.

“Banyaknya alami penambahan dibandingkan libur Lebaran pada tahun kemarin. Saat ini setiap hari sampai 8 ribu sampai 9 ribu penumpang. Jika tahun kemarin cuma 7 beberapa ribu penumpang,” tutur Kepala Stasiun KRL Rawa Buntu, Iskandar, Senin (11/6/2019).

Dia mengatakan, beberapa posko petugas stasiun masih bekerja sampai 16 Juni minggu kedepan. Hal tersebut untuk memberi dukungan kelancaran beberapa penumpang yang memakai layanan KRL sepanjang musim libur Lebaran.

Baca Juga : Thiago Silva : Brasil Butuh Philippe Coutinho

“Masih bekerja. Jadi posko-posko itu adalah posko pengawasan, pengaturan antar sub-sub yang ada. Sebab kan sekarang ini penumpang bertambah bukan karena hanya arus balik, dan juga ada yang memakainya untuk isi berlibur dengan berkunjung ke obyek wisata di Jabodetabek,” tuturnya.

Pengamatan Senin barusan, jumlahnya penumpang di Stasiun Rawa Buntu tunjukkan masih terdapatnya beberapa pemudik yang baru datang dari kampung halaman. Mereka biasanya hadir lewat Stasiun Pasar Senen, lalu transit ke arah Stasiun Tanah Abang serta meneruskan perjalanan mengarah Tangsel dengan beralih kereta.

Beberapa pemudik yang baru datang dari kampung halaman itu kelihatan bawa tas-tas besar pada sebuah rombongan keluarga. Umumnya mereka lebih pilih jalan kereta untuk pulang-kampung, karena terlatih memakai layanan transportasi itu setiap libur lebaran.

“Tiap pulang kampung naik kereta, agar tidak penuh sesak jika naik uis. Tidak ada macet ,” sebut Nurrohmah (42), pemudik asal Semarang, Jawa Tengah.