Bamsoet Akui Tak Pernah Diajak Golkar Bicara Menteri

Bamsoet Akui Tak Pernah Diajak Golkar Bicara Menteri

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Wakil Koordinator Bagian Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo akui belum pernah dibawa bicara oleh Dewan Pimpinan Pusat Golkar berkaitan dengan pengisian kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Hingga, ia benar-benar tidak tahu mengenai saran menteri dari Golkar.

“Nah itu (saran menteri Golkar) yang memiliki hak menjawab serta mumpuni ialah ketua umum. Saya belum jadi ketua umum, baru ingin berlaga,” kata Bamsoet menyikapi pertanyaan wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Bamsoet akui, dianya jadi sisi dari pengurus harian pusat Golkar belum pernah dibawa bicara berkaitan menteri, termasuk Bendahara Umum (Bendum) Robert Joppy Kardinal belum pernah dibawa bicara. Hingga, yang berkuasa menjawab ialah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Saya belum pernah dibawa bicara jadi pengurus harian. Bendahara umum belum pernah dibawa bicara. Jadi pengurus harian tidak pernah dibawa bicara. Yang pas mungkin sebab ini hak prerogatif ketua umum. Silakan bertanya kelak ke ketua umum. Jadi saya tidak paham menahu apa Golkar meminta 1, meminta 2,” tutur Bamsoet.

Baca Juga : Kembalikan Puluhan STNK, Dirkrimsus Polda Metro Fokus Kasus ITE Rey-Pablo

Tetapi, kata Ketua DPR itu, masalah siapa yang patut di Partai Golkar untuk menempati bangku menteri ia dapat menjawab. Mereka yaitu, Airlangga Hartarto yang saat ini duduk jadi Menteri Perindustrian serta Agus Gumiwang jadi Menteri Sosial. Sebab, Bamsoet lihat kapasitas mereka sampai kini baik.

“(Saran nama menteri) Yang mengetahui ketua umum,” tegasnya.

Akan tetapi, jadi Ketua DPR, dia mengharap jika kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin ke depan dapat diisi oleh beberapa anak muda yang mempunyai kekuatan mengagumkan sesuai potensi di bidangannya. Ia setuju jika kabinet diisi oleh beberapa orang muda. Masalah pembagian itu hak prerogatif presiden serta Jokowi yang lebih tahu keperluan di kabinetnya.

“Jadi seutuhnya kita berikan ke presiden. Yang perlu kita harap kabinet ke depan itu menyempurnakan apa-apa yang telah diraih ini hari serta mengakhirinya pada kabinet awalnya,” harapnya.