Rencana Jokowi Bubarkan Lembaga yang Tak Bermanfaat Dinilai Tepat

Rencana Jokowi Bubarkan Lembaga yang Tak Bermanfaat Dinilai Tepat

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Presiden dipilih Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya bertopik Visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Minggu 14 Juli 2019 mengatakan akan membuyarkan instansi yang tidak efisien.

”Kalau ada instansi yang tidak berguna serta memiliki masalah, akan saya bubarkan!” tutur Jokowi.

Menyikapi itu, pengamat politik dari Kampus Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menjelaskan langkah tegas Jokowi itu dipandang benar-benar pas. Kenyataannya, banyak instansi yang tidak berperan optimal.

”Tentu kita setuju saat instansi itu miskin peranan, miskin kapasitas, miskin prestasi, buat apa dipertahankan?”katanya, Rabu (17/7/2019).

Ujang menjelaskan, pada intinya semua instansi, terhitung instansi negara mempunyai ukuran atau patokan standard dalam kerja.

”Ketika tidak berprestasi, miskin peranan, tidak bagus, lebih baik dibubarkan. Toh sampai kini Jokowi sudah membuyarkan banyak instansi negara. Ke depan lebih baik dibubarkan saja yang tidak efisien,” tutur Direktur Eksekutif Indonesia Political Ulasan ini.

Baca Juga : Tabrak Trotoar, Penjambret Nyaris Tewas Diamuk Massa

Ujang menjelaskan, terdapatnya instansi negara diyakinkan berimplikasi pada pemakaian budget negara yang banyak. ”Kalau kita ikuti perubahan jaman, instansi negara harus bergerak untuk membuat bangsa. Kenyataannya banyak kita tonton instansi yang efektivitasnya benar-benar rendah,” katanya.

Seringkali, kata Ujang, saat DPR dengan pemerintah membuat satu undang-undang, pada realisasinya mewajibkan membuat instansi baru. Contohnya yang paling baru, yaitu disahkannya Perancangan Undang Undang (RUU) Skema Nasional Pengetahuan Pengetahuan serta Tehnologi (Sisnas Iptek) jadi UU pada Selasa (16/7/2019), DPR menggerakkan selekasnya dibuat Tubuh Analisa serta Pengembangan Nasional.

”Ini jadi masalah juga. Ada pula contoh saat ada UU Kejaksaan, dibuat Komisi Kejaksaan,” tuturnya.

Selama ini, pada periode pertama, Jokowi menunjukkan ketegasannya dengan membuyarkan 23 instansi pemerintahan dengan setahap. Salah satunya Tubuh Kebijakan serta Pengaturan Pembangunan Perumahan serta Permukiman Nasional, Tubuh Peningkatan Lokasi Peningkatan Ekonomi Terintegrasi, Dewan Buku Nasional, Dewan Gula Indonesia, Dewan Penerbangan serta Antariksa Nasional.

Adapula Dewan Peningkatan Lokasi Timur Indonesia, Komisi Hukum Nasional, Komite Tindakan Nasional Penghilangan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terjelek untuk Anak, Komite Antar Departemen Bagian Kehutanan, Instansi Pengaturan serta Pengaturan Penambahan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat, dan beberapa instansi yang lain.

Di satu bagian, Jokowi membuat beberapa instansi baru salah satunya Tubuh Keamanan Laut, Kantor Staf Presiden, Tubuh Restorasi Gambut, Komite Ekonomi serta Industri Nasional, Satgas Saber Pungutan liar, serta beberapa instansi yang lain.