Mahasiswa Papua Aksi Damai di Depan UIN Jakarta, Lalu Lintas Tersendat

Mahasiswa Papua Aksi Damai di Depan UIN Jakarta, Lalu Lintas Tersendat

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun– Sekumpulan mahasiswa asal Papua mengadakan tindakan solidaritas di muka universitas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (20/8/2019) siang. Beberapa pendemonstrasi menyebut dianya “Solidaritas Aliansi Mahasiswa Timur Melanesia”.

Beberapa mahasiswa terlihat kenakan topeng serta menenteng bendera merah putih. Beberapa lain memegangi banner berisi tuntutan serta inspirasi. Tindakan itu disebut jadi tindakan damai yang disebut reaksi atas momen bau rasis di asrama mahasiswa Papua Surabaya, kemarin. Waktu itu, terlontar beberapa kata cacian bau rasis dari pelaku di luar gerbang asrama.

Walau dikerjakan dengan jumlahnya massa hanya terbatas, tetapi tindakan demo mahasiswa asal Papua mengisap perhatian pengendara serta masyarakat seputar untuk menyaksikannya dari bagian jalan. Kerumunan massa pendemonstrasi yang menjorok ke tubuh jalan, membuat arus jalan raya terganggu. Bahkan juga pengamatan di tempat tunjukkan kemacetan lumayan panjang, imbas dari tindakan beberapa mahasiswa.

“Kita jadi satu bangsa yang terbagi dalam beberapa etnis serta suku, hingga tidak patut sama-sama anak bangsa berbuat tidak etis dengan beberapa kata rasis. Indonesia ini sudah merdeka 74 tahun lamanya. Kemerdekaan itu punya semua anak bangsa dari Aceh sampai Papua,” tutur Karunia, satu diantara orator massa pendemonstrasi.

Baca Juga : Adaptasi di City Susah-susah Gampang Buat Rodri

Massa datang dari beberapa universitas yang berada di daerah Kota Tangsel. Salah satunya UIN Jakarta, Kampus Muhamadiyah Jakarta (UMJ), serta Kampus Pamulang (Unpam). Mereka protes sangkaan persekusi pada beberapa mahasiswa asal Papua di Surabaya serta Malang.

“Kita ini semua satu Indonesia, Indonesia tanpa ada Papua bukan apa-apa. Begitu juga Papua tanpa ada Indonesia bukan apa-apa. Kami tuntut supaya hal tersebut tidak terulang kembali. NKRI harga mati,” hebat orator yang lain.

Koordinator massa tindakan, Fajar Chuan, memperjelas, aparat Polri serta TNI harus menempatkan rakyat Papua seperti warga wilayah lain di Indonesia tanpa ada diskriminatif. Terdapatnya ketimpangan itu, menurut Fajar, yang meletupkan perselisihan di wilayah Papua atau di beberapa daerah lain.

“Warga Papua itu harus diperlakukan sama. Beberapa founding fathers sudah menjadikan satu kita jadi bangsa yang satu. Mungkin warna kulit kita berlainan, rambut kita berlainan, tetapi kita ada dibawah bendera Merah Putih, itu yang menjadikan satu kita,” pungkasnya.

Untuk jaga keteraturan, beberapa puluh personil kepolisian dibantu TNI, ada di seputar tempat. Petugas kelihatan memonitor massa pendemonstrasi serta mengendalikan arus jalan raya di muka universitas UIN Jakarta.