Pemutusan Listrik di AMPR, Ombudsman dan Polda Metro Jaya Turun Tangan

Pemutusan Listrik di AMPR, Ombudsman dan Polda Metro Jaya Turun Tangan

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun – Ombudsman perwakilan Jakarta Raya lakukan pertemuan dengan faksi Polda Metro Jaya, Sudin Dinas Perumahan Rakyat Jakarta Pusat, serta perwakilan dari Perhimpunan Pemilik serta Penghuni Unit Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Mediterania Palace Residence (AMPR) Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019). Pertemuan itu untuk mengulas masalah pemutusan listrik di apartemen itu.

Kepala Ombudsman perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, menjelaskan, Direktorat Reserse Kriminil Spesial (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sebetulnya tengah menyelidik masalah pemutusan listrik yang dikerjakan Perhimpunan Penghuni Unit Rumah Susun (P2SRS) pada penghuni AMPR Kemayoran.

“Tetapi sebab ada tuntutan dari P2SRS ke Pemprov DKI, Ditreskrimsus merasakan butuh pelajari terlebih dulu, ditambah lagi baru pertama-tama mereka terjebak dalam penangan masalah ini,” tutur Teguh pada wartawan, Senin (19/8/2019).

Menurutnya, meskipun dari faksi Dinas Perumahan Rakyat Pemprov DKI telah mengatakan jika semenjak dikeluarkannya SK Nomer 272/2019 mengenai Pengesahan P3SRS Mediteranian Residences, terhitung 3 bulan sesudah SK itu sudah seharusnya ada pelimpahan asset serta pengendalian dari P2SRS ke P3SRS.

Baca Juga :Coutinho Akui Gagal di Barcelona

Mengenai penyidikan ini dikerjakan sebab ada sangkaan P2SRS sebagai pengurus lama Apartemen Mediterania Palace Residences lakukan pungli. Tidak hanya masih menarik iuran listrik serta air pada penghuni Apartemen Mediterania, mereka memutuskan listrik serta air penghuni yang membayar iuran pada pengurus baru, yakni P3SRS.

“Ada tanda-tanda (pungutan liar). P2SRS jadi pengurus lama inikan tidak punyai wewenang, tetapi mereka masih menarik iuran dari masyarakat serta memaksakan jika masyarakat tidak membayar ke rekening mereka, mereka akan dimatikan listriknya. Itukan telah aksi memungut yang tidak berdasar wewenang. Nah, itu kan harusnya masuk kelompok pungutan liar,” kata Teguh.

Teguh mengatakan pengurus lama Apartemen Mediterania telah 27 hari memutuskan listrik 10 penghuni yang disebut P3SRS yang resmi sekarang. Diluar itu, ada 500 penghuni yang ditetapkan listriknya dengan bergilir.

“Jadi mereka diminta untuk membayar ke pengurus yang lama agar airnya tidak dimatikan, listriknya tidak dimatikan,” tuturnya.