Banding Kandas, Deni Pemutilasi PNS Bandung Tetap Dihukum Mati

Banding Kandas, Deni Pemutilasi PNS Bandung Tetap Dihukum Mati

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun– Pengadilan Tinggi (PT) Semarang menampik permintaan banding Deni Prianto. Akhirnya, dia masih diganjar hukuman sebab membunuh serta memutilasi PNS Kemenag Bandung, Komsatun Wachidah.

” Memperkuat Keputusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor 116/Pid. B/2019/PN. Bms tanggal 2 Januari 2020 yaang dimintakan banding, ” demikian bunyi keputusan banding yang dikutip web Mahkamah Agung (MA), Minggu (29/3/2020).

Duduk untuk ketua majelis Dewa Putu Wenten dengan anggota I Wayan Suastrawan dengan anggota Januarso Rahardjo. Ketiganya mengatakan keputusan PN Banyuma telah pas serta benar. Oleh karenanya, karena itu PT Semarang mengatakan keputusan PN Banyumas pantas dipertahankan.

” Hukuman mati dalam hukum pidana yang berlaku di Indonesia masih tertera serta berlaku. Hingga dengan begitu aplikasi serta penjatuhan hukuman mati ialah resmi untuk diaplikasikan, ” tutur majelis dengan suara bundar.

Majelis banding juga menampik ingatan banding Deni. Dalam ingatan bandingnya, Deni mengatakan pidana mati berlawanan dengan usaha dunia internasional mengenai penghilangan hukuman mati serta berlawanan dengan Klausal 28I UUD 1945.

” Majelis hakim tingkat banding sama pendapat dengan kontra ingatan banding dari penuntut umum, ” sebut majelis banding.

Masalah ini tersingkap waktu seorang masyarakat temukan tengkorak manusia dalam keadaan gosong di Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas pada 8 Juli 2019 sore. Waktu itu polisi tidak temukan sinyal jati diri korban di tempat penemuan tengkorak serta tulang yang terbakar.

Baca juga : ‘Jovic Sedang Merusak Kariernya Sendiri’

Lewat info beberapa saksi, diketahui ada satu mobil meresahkan yang sempat kelihatan ada di tempat itu. Polisi pada akhirnya tangkap aktor Deni pada Kamis (11/7) petang.

Jati diri korban juga pada akhirnya tersingkap, yaitu seorang PNS Kemenag Kota Bandung, Komsatun Wachidah. Perjumpaan kedua-duanya bermula dari sosial media. Deni menyengaja mengubah profile serta fotonya waktu berteman dengan korban. Ternyata Deni menyengaja dekati korban sebab tergiur ingin kuasai harta korbannya.

Pada perubahan kasusnya, tersingkap Deni membunuh korban di salah satunya kos di Bandung pada Minggu, 7 Juli 2019. Sebelum dibunuh, korban terkait tubuh dengan aktor seperti suami istri. Korban dibunuh dengan dipukul dengan martil. Lantas badan korban dimutilasi.

Setelah itu potongan badan korban dibuang serta dibakar di dua tempat tidak sama, yakni di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas serta Sempor, Kabupaten Kebumen. Deni selanjutnya jual mobil Daihatsu Terios punya korban dalam suatu diler di Purwokerto

Pada 2 Januari 2020, ketua majelis hakim Abdullah menjatuhi Deni dengan hukuman mati. Keputusan setebal 159 halaman itu dibacakan dengan bergiliran oleh majelis hakim yang beranggotakan Tri Wahyudi serta Randi Jastian Afandi.

” Tindakan terdakwa termasuk keji serta membuat rasa sedih pada keluarga korban serta terdakwa adalah residivis dalam waktu bebas bersyarat. Hal yang memudahkan tidak ada, ” jelas Abdullah waktu membacakan hal yang memberatkan terdakwa.