Bupati Aceh Besar Surati Menhub Minta Bandara SIM Tutup Sementara

Bupati Aceh Besar Surati Menhub Minta Bandara SIM Tutup Sementara

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun– Bupati Aceh Besar Mawardi Ali menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) tutup sesaat Lapangan terbang Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Penutupan ini untuk menahan penebaran virus Corona di Tanah Rencong.

Surat bernomor 553. 1/1296 diperuntukkan Mawardi pada Menhub c/q Perhubungan Udara. Surat dengan tentang ‘permohonan penutupan Lapangan terbang Sultan Iskandar Muda Aceh Besar’ itu dikirim Mawardi pada Jumat (27/3/2020). Jabatan Menhub sesaat diisi Menko Kemaritiman serta Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebab Budi Karya Sumadi dirawat sesudah terkena virus Corona.

Pada point pertama surat, Mawardi menerangkan penebaran virus Corona terus bertambah di penjuru dunia. Hal tersebut berefek pada korban jiwa hingga butuh perlakuan dengan cepat, pas, serta konsentrasi.

Disamping itu, Mawardi mengutarakan penebaran COVID-19 telah tiba ke Aceh serta pasien itu datang di Tanah Rencong lewat Lapangan terbang SIM. Lapangan terbang internasional itu terdapat di Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

” Sudi dengan hal itu, kami harap penutupan untuk sesaat Lapangan terbang Sultan Iskandar Muda untuk penerbangan komersial adalah salah satunya jalan keluar yang pas supaya penebaran COVID-19 tidak makin luas di Aceh, ” isi point ke-3 surat Mawardi.

Kabag Humas serta Protokol Setdakab Aceh Besar Muhajir membetulkan jika Bupati Mawardi menyurati Kemenhub untuk minta lapangan terbang ditutup. Salah satunya faktanya, di wilayah itu telah ada satu pasien positif Corona.

” Diantaranya iya (sebab ada pasien positif Corona), ” kata Muhajir waktu diminta konfirmasi, Sabtu (28/3/2020).

Menurut dia, langkah lain yang dilaksanakan Pemkab Aceh Besar untuk menahan penebaran virus Corona ialah minta faksi tol Sigli-Banda Aceh hentikan sesaat pekerjaan.

” Mengingat banyaknya pekerja disana, ” tuturnya.

Baca juga : PNS Cianjur Pencuri 20 Ribu Masker Terancam Dipecat

Lapangan terbang SIM Siap Turuti

Selain itu, PT Angkasa Pura II Lapangan terbang Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, akui akan ikuti ketetapan Ditjen Perhubungan Udara sebagai regulator penerbangan sipil di Indonesia. Faksi lapangan terbang juga mengadakan rapat dengan faksi berkaitan.

” Jika ada kebijaksanaan paling baru dari Kementerian Perhubungan berkaitan dengan penutupan operasional lapangan terbang, kami untuk pengelola lapangan terbang akan dukungan serta jalankan kebijaksanaan itu, ” kata Executive General Manajer Lapangan terbang Sultan Iskandar Muda Indra Gunawan dalam info pada wartawan.

Indra menerangkan, sesuai surat dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bernomor HK. 104/3/1/DRJU. KUM-2020, ketetapan membuka atau tutup lapangan terbang ialah wewenang Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Ketetapan membuka atau tutup lapangan terbang harus diakui dengan cara masak oleh beberapa faksi dengan lihat peranan satu lapangan terbang di satu daerah, hingga penutupan itu tidak memunculkan persoalan baru.

” Berdasar hasil rapat terbatas tempo hari, penerbangan sekarang benar-benar dibutuhkan untuk pengiriman contoh COVID-19 ke Litbangkes Jakarta. Penerbangan dibutuhkan untuk pengiriman logistik, beberapa alat kesehatan, kargo, serta pos, ” katanya.

Menurut dia, Lapangan terbang SIM sekarang masih layani penerbangan serta bekerja dengan operasi minimal. Gerakan pesawat serta penumpang yang hadir serta pergi menyusut 50 % dari keadaan normal.

Disamping itu, tuturnya, Lapangan terbang SIM sekarang tidak layani penerbangan internasional, seperti arah Kuala Lumpur serta Penang. Pemberhentian pekerjaan operasional itu sampai ada pemberitahuan selanjutnya dari faksi maskapai.

” Tetapi penerbangan domestik masih bekerja dengan jumlahnya yang minimal, ” papar Indra.