Situasi Kian Mengkhawatirkan, Dokter di Australia Desak Pengadaan Alat Medis

Situasi Kian Mengkhawatirkan, Dokter di Australia Desak Pengadaan Alat Medis

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun– Tenaga medis di Australia, termasuk juga golongan dokter sudah menekan pemerintah untuk selekasnya ambil aksi untuk sediakan alat perlindungan diri (APD) untuk melawan pandemi virus corona.

Persediaan Alat pelindung diri :

-Persediaan masker di dalam rumah sakit di Queensland direncanakan tinggal satu minggu
-Pemerintah Australia telah pesan 30 juta masker penambahan
-Obat-obatan banyak lenyap di apotek, walau pasokannya tidak menyusut
Di negara sisi Queensland, satu perusahaan penyuplai perlengkapan medis menjelaskan beberapa ratus rumah sakit mulai kehabisan masker bedah.

Pemerintah Federal Australia telah menjanjikan akan sediakan 30 juta masker penambahan dalam tempo dua minggu.

Tetapi direktur satu perusahaan penyuplai yang dapat sediakan perlengkapan untuk 500 rumah sakit menjelaskan banyak rumah sakit cuma mempunyai persediaan untuk satu minggu saja.

Pemilik satu klinik di ibukota Queensland Brisbane yang mengatasi 150 pasien tiap hari menjelaskan dia cuma mempunyai “100 masker bedah di gudang” serta kondisinya saat ini “benar-benar mencemaskan”.

Asosiasi Medis Australia di Queensland (AMAQ) menjelaskan banyak staf di dalam rumah sakit cemas suplai alat perlindungan diri akan habis.

Mereka minta departemen kesehatan di negara sisi itu, Queensland Health menangani permasalahan yang telah “memunculkan kecemasan serta rasa geram di golongan dokter yang ada di garis depan kritis COVID-19”.

Selasa tempo hari (24/03) , Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt menjelaskan penambahan masker yang dipesan akan tiba, untuk penambahan dari 160 ribu alat tes yang telah datang.

Tetapi dia minta supaya beberapa dokter untuk lakukan kontrol “jarak jauh” dengan pasien mulai tanggal 30 Maret, hingga akan kurangi peluang beberapa dokter terserang virus.

Menurut Dr Maria Boulton, seorang dokter yang mempunyai klinik besar di Windsor, Brisbane yang umumnya mengatasi 15 ribu pasien, kondisinya dari waktu ke waktu makin mencemaskan buat beberapa dokter.

Baca juga : Chelsea Izinkan Willian Pulang ke Brasil

“Saya anggap kondisinya di Queensland telah tiba di titik dimana kita harus berasumsi kesemua orang telah terserang virus corona,” kata Dr Boulton.

Saat menjumpai pasien, tiap dokter harusnya kenakan masker N95, tidak hanya sarung tangan, kacamata, dan baju pelindung komplet.

Tetapi menurut Dr Boulton di kliniknya yang perlu mengatasi 150 pasien tiap hari, mereka saat ini cuma mempunyai 100 masker bedah dengan beberapa masker N95 yang mereka beli dari toko bangunan Bunnings awal Februari kemarin.

“Kami sedang mengupayakan konsultasi dengan pasien melalui telephone, tetapi service medis yang umumnya dilaksanakan masih berjalan, contohnya buka sisa cedera serta lakukan vaksinasi pada bayi,” kata Dr Boulton.

“Yang mencemaskan kami ialah kita harus memperlakukan kesemua orang seperti mereka terserang virus tetapi belum positif dites, jadi kami harus memakai alat perlindungan diri (APD) komplet.”

“Saya mencemaskan resepsionis, perawat, mitra di dalam rumah sakit. Mereka harus terus kerja tetapi tanpa ada perlengkapan yang ideal ini benar-benar mencemaskan.” kata Dr Boulton.

Suplai obat sebetulnya kurang
Medicines Australia ialah instansi yang memayungi semua pabrik pengerjaan serta penyuplai obat-obatan.

Direktur eksekutifnya, Elizabeth de Somer menjelaskan tidak ada kekurangan suplai, cuma ada penangguhan pengiriman.

“Ada desakan demikian tinggi sebab customer beli dalam kebanyakan.” tuturnya.

“Perusahaan obat telah tingkatkan produksi mereka. Mereka juga tingkatkan order di luar negeri, serta keinginan itu telah dipenuhi,” kata de Somer.

Medicines Australia menjelaskan pasok obat-obatan masih cukup ada di Australia, tetapi tidak menjelaskan sampai kapan hal itu akan berlangsung.

Tetapi menurut John Blackburn, dari LSM ‘The Institute for Integrated Economic Research Australia’ menjelaskan masalah obat-obatan, Australia rawan pada saat berlangsung kritis dunia seperti saat ini.

“Kita harus lihat berapa banyak ketergantungan kita dengan obat import serta menanyakan apa kita rawan atau mungkin tidak.”

“Sebab jika kita mengimpor 90 % obat-obatan kita, kita tidak dapat melakukan perbuatan apa-apa jika suplai itu terusik,” kata Blackburn.