Bantu Tangani Corona, Pemerintah Jepang Kirim 12 Ribu Butir Avigan ke RI

Bantu Tangani Corona, Pemerintah Jepang Kirim 12 Ribu Butir Avigan ke RI

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun– Pemerintah Jepang mengirim pertolongan 12.200 butir Avigan ke pemerintah Indonesia. Hal tersebut adalah bentuk kerja sama ke-2 negara dalam menangani epidemi COVID-19.

“Kerja sama internasional dalam menangani #COVID19 sangat penting. Jepang salah satu partner taktiks Indonesia. Ini kembali lagi terefleksikan dari hibah 12.200 tablet Avigan dari Jepang ke Indonesia, ” cuit account Twitter Kementerian Luar Negeri @kemlu_RI, Selasa (19/5/2020).

Avigan ialah brand obat favipiravir yang ditingkatkan oleh Fujifilm Toyama Chemical Co.Ltd untuk menyembuhkan pasien influenza yang diduga memudahkan tanda-tanda COVID-19. Suport tablet Avigan itu diberikan oleh Pemerintah Jepang lewat UNOPS pada KBRI Tokyo serta datang di Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia pada Senin (18/5) sore.

Diambil dari web sah Kementerian Luar Negeri, ini hari Direktur Jenderal Asia Pasifik serta Afrika Kemlu RI, Desra Yakin, sudah menyerahterimakan 12.200 butir Avigan pada Plt Kepala Tubuh Riset serta Peningkatan Kesehatan Kemkes RI dr Abdul Kadir.

Baca juga : Polisi Akan Tertibkan Pusat Perbelanjaan: Warga Bisa Disuruh Pulang

Acara serah terima didatangi oleh Duta besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, serta Deputi Bagian Pemantauan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor serta Zat Adiktif, BPOM, Dra Rita Endang.

Kecuali suport obat Avigan, sejauh ini Pemerintah Jepang sudah menginisiasi beberapa program kerja sama buat pemercepatan pengendalian COVID-19 di Indonesia, diantaranya sejumlah USD 11, 5 juta lewat WHO, USD 4 juta lewat UNOPS, USD 1, 9 juta lewat UNICEF, USD 890.000 lewat IFRC, serta USD 200.000 lewat UNHCR.

Ke-2 negara sudah setuju untuk selalu menguatkan kerja sama menangani COVID-19 seperti ditekankan pada perbincangan per telephone Menlu ke-2 negara pada 23 Maret 2020 serta di antara Presiden RI dengan Pertama Menteri Jepang pada 23 April 2020.