Polisi Ungkap Pengakuan Kapolsek yang Tabrak dan Tewaskan 2 Orang di Rembang

Polisi Ungkap Pengakuan Kapolsek yang Tabrak dan Tewaskan 2 Orang di Rembang

Agen Domini Qiu Qiu, Agen Qiu Qiu Bandar Ceme, Capsa Susun– Kapolsek di Rembang, Iptu S yang menabrak rumah serta tewaskan 2 orang penghuninya sampai sekarang ini masih dicheck Polda Jawa Tengah. Propam juga memahami ada faktor kelengahan dalam momen itu.

“Untuk anggota Polri masih juga dalam kontrol serta pendalaman. Adakah faktor kelengahan atau ada faktor kesengajaan,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna, Rabu (27/5/2020).

Iskandar menyebutkan banyak unsur yang dapat mengakibatkan kecelakaan itu berlangsung. Dari pernyataan Iptu S ia menabrak rumah korban sebab berupaya hindari orang.

“Ditengah-tengah jalan lihat orang berdiri serta menghindar sampai menabrak rumah,” terangnya.

Iskandar ucapkan bela sungkawa, sedang faksi Polres Rembang telah memberi santunan serta beberapa hal termasuk juga menolong mengatur asuransi.

“Kami ucapkan bela sungkawa,” tegasnya.

Baca juga : Alphonso Davies Ngebut, tapi Masih Kalah dari Kylian Mbappe

Awalnya, satu unit mobil tipe Isuzu panther dengan nomor polisi L 1476 GK menabrak rumah masyarakat Senin, (25/5) seputar jam 19.00 WIB. Dalam kejadian itu 2 orang wafat yaitu seorang balita wanita umur 3 tahun serta neneknya Yasri (50). Ke-2 korban wafat waktu dibawa ke Puskesmas.

Pengendara mobil itu yaitu Kapolsek di Rembang berinisial Iptu S, sudah ditangkap team Polda Jateng. Tanda bukti kendaraan sekarang ada di Satlantas Polres Rembang.

Orangtua balita, Mahfudz akui pernah mencium alkohol dari mulut Iptu S. Disamping itu, Iptu S sempat juga menangkis menyopiri mobil yang menabrak rumah serta tewaskan putri serta ibunya.

Berkaitan berbau alkohol ini, polisi masih menanti pembuktian team forensik laboratorium Polda Jateng. Iskandar belum dapat pastikan benarkah Iptu S mabuk waktu mengemudikan mobil itu.

“Untuk berbau alkohol, kita masih pendalaman dahulu. Kita perlu pembuktian . Tidak dapat kita sebutkanan, berbau (alkohol) itu langsung (mabuk). Perlu pembuktian, selanjutnya dari forensik laboratorium kita akan lakukan itu. Diatasi di Polda,” jelas Iskandar pada wartawan dalam waktu lakukan lawatan kerja di Rembang, Selasa (26/5).